Langsung ke konten utama

Who Move My Cheese?

Who Move My Cheese?

Dulu sewaktu di perusahaan lama, saya dipinjamkan buku yg judulnya seperti diatas oleh atasan saya. Bukunya simple, tapi isinya ga sesimple bukunya.... Isinya tentang 2 ekor tikus dan 2 kurcaci yang memperebutkan keju dengan karakternya masing2x.. Sungguh sangat terkesan, dan saya kira keempat karakter yang ada di buku ada dalam diri kita masing-masing (untuk tahu karakternya apa aja, baca aja bukunya). Tergantung kita mau milih yang mana... Tapi kalau mau survive di kehidupan ini, kita harus milih karakter yang mau bekerja, berinovasi dan tidak menunggu perubahan nasib. Itulah yang saya lakukan di kantor saya yang dulu. Karena saya melihat tidak ada perubahan berarti selama bekerja disana, saya harus mencari jalan lain dalam satu labirin yang bernama kehidupan untuk mencari keju yg baru yg bisa memenuhi ambisi saya. Itulah hidup, dan jangan pernah menyesal terlalu jauh jika kita sudah menentukan pilihan. Karena menentukan sebuah pilihan jauh lebih berarti ketimbang bimbang pada beragam pilihan yang ada..

Komentar

look'round mengatakan…
mmmmmmmmmmmmm.....
rik , tadinya aku dah mau kirim komen ke blog.mu..

bhubung aku lum tdftar, so komenku ilang...
ku harus ulang dr awal dan aku cupaek buanget ngtiknya.
kwkkwwkkwkw....


inti2 ne gen nah bli...
lumayan...
1 1/2 jempol deh buat kamu..

Postingan populer dari blog ini

SIM Keliling

Sambil nunggu giliran,untuk ngisi waktu saya menulis blog ini. Yak,hari ini saya menunggu giliran untuk perpanjangan SIM A saya yang sudah mati di bulan maret lalu. Kali ini saya mencoba layanan SIM keliling dari Poltabes Denpasar. Hmm cukup efektif juga menurut saya,sebuah terobosan kreatif untuk memudahkan masyarakat dlm memperpanjang ijin mengemudinya. Layanan ini terdiri dari sebuah mobil minibus dengan 3 staf didalamnya. Di body mobil terpampang jadwal operasi mobil sim keliling beserta persyaratan yang diperlukan. Tapi sayang suara genzet yang begitu keras menenggelamkan suara panggilan antrian dari pak polisi yang bertugas. Walau demikian, salut untuk jajaran poltabes denpasar yang memiliki terobosan sim keliling ini.

Sedikit Kesan Mengenai Singapura

Yaaah, hari itu Jumat 28 September 2012 mungkin hari bersejarah buatku karena hari ini aku pertama kali melakukan perjalanan keluar Indonesia, ya... keluar negeri tepatnya ke negeri singa, tapi tidak ada binatang endemik singa disana, atau mungkin ada tapi sudah punah....Ya, Singapura... Terminal keberangkatan international Airport Ngurah Rai pun baru kali ini kujejakkan, setelah berpuluh2 kali airport ini kudatangi. Sedikit cemas, karena ketika orang lain liburan keluar negeri pertama kali mengajak rombongan atau pasangan, kali ini saya seorang diri walaupun nantinya di Singapura saya bertemu rekan2 kantor baru disana, ya kantor baru dengan orang2 yang mayoritas belum kukenal. Setelah proses yang semuanya baru kulewati, sampailah aku di Singapura. Kesan pertama biasa saja, termasuk ketika aku masuk terminal airport ini. Banyak orang mengatakan bagus atau mewah, bagiku biasa saja. Bukan termasuk sombong, tapi karena kemewahan bukan jadi interestku untuk memberikan kesan sebuah ...

Lontar, Kekayaan Intelektual Manusia Bali (Kisah Menyelamatkan Lontar Keluarga) part 1

Hari itu, minggu 13 Januari 2013 bertepatan dengan moment Banyu Pinaruh selepas perayaan Saraswati kemarin, mendadak aku ingin ke Merajan Gede. Bukan untuk bersembahyang, karena aku termasuk orang yang bisa dibilang tidak sering2 amat untuk bersembahyang belakangan ini, tetapi untuk maksud melihat benda-benda pusaka warisan leluhur, terutama lontar. Kusapa Pemangku Merajan yang sedang membersihkan areal merajan dan segera kuutarakan maksud kedatanganku untuk melihat lontar-lontar merajan yang selama ini hanya kudengar dari ibuku. Respon positif kudapatkan, dan segera aku diajak untuk memasuki sebuah ruangan di sebelah utara areal merajanku. Memasuki ruangan, terus terang aku terkesima dengan keberadaan benda-benda pusaka yang dimikili oleh merajanku. Kulihat sebuah tongkat dan beberapa keris yang terlihat berumur cukup tua. Fokusku langsung mencari keberadaan lontar dan pandanganku akhirnya tertuju pada sebuah kotak kayu tua berwarna coklat kehitaman dan dibeberapa bagiannya berluban...