Langsung ke konten utama

Happy New Year 2009 (Sudah buat Resolusi di tahun 2009 ini?)

Wah, ga terasa ya tahun 2008 sudah kita lewati. Tentu banyak hal yang sudah kita lewati di tahun kemarin... Bagi saya tahun 2008 banyak hal dan momen penting bagi saya, terutama dalam hal karir.

Di tahun 2008 ini saya berpindah haluan dari yang sebelumnya kerja di bidang migas beralih ke perbankan. Ya, pekerjaan saya di Pertamina sebagai marketing pelumas untuk wilayah Bali Nusra saya tinggalkan untuk mengisi lembaran baru sebagai Treasury Marketing Bank Mandiri untuk wilayah Bali. Walaupun pindah bidang, tetap saja tipikal kerjaan saya ga jauh-jauh dari sales dan marketing.

Sampai suatu saat saya pernah berdiskusi dengan seorang teman mengenai image seorang marketer dan sales yang kurang mendapat hati di masyarakat alias gengsinya kurang. Dari diskusi kami, bisa dikatakan masyarakat kita masih belum mengerti benar dengan posisi sales dan marketer.Padahal kedua posisi ini bisa dikatakan ujung tombak bagi perusahaan untuk bisa hidup dan mendapat hati di masyarakat. Dibandingkan dengan posisi back office semacam administrasi dan accounting, posisi sales dan marketer lebih menjadi semacam dapurnya perusahaan untuk tetap menggeliat di tengah persaingan... Dan semakin tinggi jabatan suatu karyawan, tuntutan untuk melakukan aktivitas sales dan marketer menjadi semakin dominan. Liat saja atasan-atasan kita yg suka main golf atau clubbing dengan klien-kliennya, ujung-ujungnya, jiwa sales dan marketer mereka pasti diterapkan disana. Tapi kalau ada atasan-atasan yg suka golf dan clubbing tapi ga ada aktivitas sales dan marketer itu namanya buang-buang uang perusahaan. Jadi, lebih banyak tantangan menjadi sales dan marketer ketimbang back office yg selalu duduk dibelakang layar menanti lingkar perut dan pinggang yang semakin membesar...

So, kembali lagi mengenai tahun baru. Di tahun 2009 pasti ada sebuah resolusi dari setiap kita. Resolusi diperlukan supaya arah kita tidak kemana-mana dan ada suatu tujuan jelas. Master plan harus kita susun dan saya sendiri sudah punya itu. Bagaimana dengan teman-teman semua?

Komentar

Mrs.Putyi mengatakan…
aku juga uda punya kok resolusi taun baru ri...

check this out www.malaikatpenggoda.blogspot.comaperets

Postingan populer dari blog ini

SIM Keliling

Sambil nunggu giliran,untuk ngisi waktu saya menulis blog ini. Yak,hari ini saya menunggu giliran untuk perpanjangan SIM A saya yang sudah mati di bulan maret lalu. Kali ini saya mencoba layanan SIM keliling dari Poltabes Denpasar. Hmm cukup efektif juga menurut saya,sebuah terobosan kreatif untuk memudahkan masyarakat dlm memperpanjang ijin mengemudinya. Layanan ini terdiri dari sebuah mobil minibus dengan 3 staf didalamnya. Di body mobil terpampang jadwal operasi mobil sim keliling beserta persyaratan yang diperlukan. Tapi sayang suara genzet yang begitu keras menenggelamkan suara panggilan antrian dari pak polisi yang bertugas. Walau demikian, salut untuk jajaran poltabes denpasar yang memiliki terobosan sim keliling ini.

Sedikit Kesan Mengenai Singapura

Yaaah, hari itu Jumat 28 September 2012 mungkin hari bersejarah buatku karena hari ini aku pertama kali melakukan perjalanan keluar Indonesia, ya... keluar negeri tepatnya ke negeri singa, tapi tidak ada binatang endemik singa disana, atau mungkin ada tapi sudah punah....Ya, Singapura... Terminal keberangkatan international Airport Ngurah Rai pun baru kali ini kujejakkan, setelah berpuluh2 kali airport ini kudatangi. Sedikit cemas, karena ketika orang lain liburan keluar negeri pertama kali mengajak rombongan atau pasangan, kali ini saya seorang diri walaupun nantinya di Singapura saya bertemu rekan2 kantor baru disana, ya kantor baru dengan orang2 yang mayoritas belum kukenal. Setelah proses yang semuanya baru kulewati, sampailah aku di Singapura. Kesan pertama biasa saja, termasuk ketika aku masuk terminal airport ini. Banyak orang mengatakan bagus atau mewah, bagiku biasa saja. Bukan termasuk sombong, tapi karena kemewahan bukan jadi interestku untuk memberikan kesan sebuah ...

Lontar, Kekayaan Intelektual Manusia Bali (Kisah Menyelamatkan Lontar Keluarga) part 1

Hari itu, minggu 13 Januari 2013 bertepatan dengan moment Banyu Pinaruh selepas perayaan Saraswati kemarin, mendadak aku ingin ke Merajan Gede. Bukan untuk bersembahyang, karena aku termasuk orang yang bisa dibilang tidak sering2 amat untuk bersembahyang belakangan ini, tetapi untuk maksud melihat benda-benda pusaka warisan leluhur, terutama lontar. Kusapa Pemangku Merajan yang sedang membersihkan areal merajan dan segera kuutarakan maksud kedatanganku untuk melihat lontar-lontar merajan yang selama ini hanya kudengar dari ibuku. Respon positif kudapatkan, dan segera aku diajak untuk memasuki sebuah ruangan di sebelah utara areal merajanku. Memasuki ruangan, terus terang aku terkesima dengan keberadaan benda-benda pusaka yang dimikili oleh merajanku. Kulihat sebuah tongkat dan beberapa keris yang terlihat berumur cukup tua. Fokusku langsung mencari keberadaan lontar dan pandanganku akhirnya tertuju pada sebuah kotak kayu tua berwarna coklat kehitaman dan dibeberapa bagiannya berluban...