Langsung ke konten utama

UU Pornografi, Dilarang Merokok, Yoga Haram, Selanjutnya?

Biasanya saya cuek bebek mendengar berita-berita semacam ini. Berita-berita yg menurut saya hanya mencari sensasi dan popularitas. Tapi karena saya baru ingat punya media blog, maka comment saya tentang berita tersebut saya tuangkan disini.

Heran juga, kenapa isu-isu yang berkaitan dengan moral sekarang ramai diperbincangkan. Bahwa moral kita sedang ter degradasi, saya setuju itu. Mulai dari hal kecil, buang sampah sembarangan sampai hal besar seperti korupsi menunjukkan bahwa moral kita mengalami penurunan. Yang tidak saya setujui adalah bahwa masalah moral ini kemudian dibawa ke ranah politik lewat media hukum dengan dibentuknya sebuah undang-undang yg khusus mengatur itu. Comment saya sejauh ini adalah berlebihan. Moral hanya efektif diperbaiki dengan cara personal melalui pendekatan lingkungan (mulai dari keluarga), budaya dan sosial. Tidak dengan membuat suatu aturan khusus yg mengatur tentang itu, seperti Undang-Undang Pornografi. Terlebih isinya mengatur hal-hal yang sangat detail dan,...aarrrggghhh lucu juga jika kita membacanya. Bahwa wajar para seniman kita protes karena kreativitas mereka dipasung, dan ini secara tidak langsung akan mematikan seni-seni tradisional kita. Kasus pemerkosaan memang banyak, tapi bukan seni yg menjadi pemicunya. Memang oknumnya saja yg perlu dididik melalui pola pendekatan seperti yang saya katakan tadi. Dan undang-undang ini seperti akan mematikan seni dan budaya asli Indonesia dengan mengangkat budaya-budaya yang menjunjung segala ketertutupan, baik ketertutupan tubuh, ketertutupan dari lingkungan... Dan siapa yang menjamin kalau dengan ketertutupan seperti itu akan mengurangi kasus pemerkosaan? yang ada justru mungkin peningkatan, karena dengan ketertutupan itu libido menjadi susah tersalurkan sehingga terlampiaskan dengan cara-cara yg tidak benar. Mau contoh? Lihat saja fenomena banyaknya kasus pemerkosaan yang menimpa tenaga kerja wanita kita di timur tengah yang menjunjung budaya ketertutupan seperti diatas.

Next issue, dilarang merokok. Sebenarnya saya juga bukan perokok, tapi penyelesaian bukan dengan mengeluarkan suatu undang2 yang dengan tegas mengatur itu. Kembali lagi seperti comment saya diatas. Ini menyangkut masalah moral, jadi penyelesaian yg tepat adalah dengan pendekatan lingkungan, bukan dgn membuat undang-undang. Untung, undang2 ini tidak keluar dari Pemerintah resmi RI, sehingga pak tani tembakau kita bisa mengepulkan asap didapurnya setiap pagi.

Dan berita yg paling membuat saya miris adalah, mengharamkan yoga. Waduh ini sudah jelas2 membuat persatuan dan kesatuan bangsa terpecah belah... Tapi ya, kita yang mendalami yoga biasanya jiwanya lebih tenang, stabil dan penuh cinta kasih serta tidak main haram mengharamkan sesuatu. Tapi untungnya ini tidak dikeluarkan oleh "pemerintah resmi RI", tapi oleh MUI. Siapa MUI? Apa wewenangnya mengatur kehidupan sosial rakyat Indonesia? So, bagi yang beryoga, tetap saja lakukan yoga dengan tenang dan rileks. Dan, akhirnya selamat beryoga!
Kita tunggu isu aneh apa lagi yang akan berkembang di negara ini...

Komentar

Mrs.Putyi mengatakan…
selanjutnya??menurut MUI berobat ke Ponari itu haram!!!
wahahahaha..ada-ada aja yah MUI itu..kebanyakan aturaaannn...perlu dikasi kerjaan laen tuh kayanya..

Postingan populer dari blog ini

Indonesiaku...

Indonesia, sebenarnya aku sangat suka belajar semua hal tentang bangsa kita. Mulai dari sejarahnya, gugusan pulaunya, budayanya, hingga dilema yang ada di dalamnya... Kita mulai dari sejarah... Sejarah Indonesia sangat menarik untuk dipelajari mulai dari jaman pra sejarah hingga sejarah. Dulu saya sangat tertarik belajar tentang beraneka ragam manusia purba yang pernah hidup di nusantara, diantaranya megantrophus palaeojavanicus, pithecantropus erectus, homo soloensis dll.. Wah saya juga ga tahu kenapa saya tertarik dengan bidang yang kebanyakan teman-teman saya tidak suka... Zaman sejarah Indonesia pun menarik untuk dipelajari, seperti kerajaan2x besar yang pernah hidup di bumi nusantara (Sriwijaya dan Majapahit). Gugusan pulaunya, yang memanjang dari Sabang sampai Merauke dan melintasi khatulistiwa, berapa banyak? 17.667 pulau. Saya ingat betul jumlah itu sejak SD, itu karena saya sangat kagum dengan jumlah pulau yg kita miliki. Tapi saya tidak tahu apakah jumlah itu pasti dan utuh s...

Pesta Kesenian Bali

Jujur saja, Pesta Kesenian Bali selalu menjadi agenda tahunan yang kutunggu-tunggu. Banyak hal yang bisa digali di event ini, mulai dari seni yang hampir susah ditemui hingga kesenian kontemporer karya seniman muda dengan pergaulan globalnya... Berikut jejak-jejak PKB 32 yang terekam dalam kamera Canon EOS 1000D saya. Salah satu hasil karya kuliner para gadis dan ibu-ibu dari seluruh kabupaten/kota se-Bali di hari kedua PKB tahun ini. Jejeran wayang kulit yang ditawarkan pada pengunjung di salah satu sudut taman budaya. Harganya berkisar antara 30.000 s/d 70.000 tergantung besar kecilnya wayang. Pagelaran Nyastra yang sarat petuah, tapi seret penonton...Penontonnya lebih banyak belanja diluar stage wantilan yang jadi tempat penyelenggaraan Nyastra ini... Pentas Drama Gong di stage elite Ksirarnawa, tetep sepi pengunjung. Kali ini mengangkat tema Manik Angkeran duta Kabupaten Tabanan. Sambil nunggu pentas kendang mebarung dari Jembrana, anak-anak ini mengekspresikan jiwa seninya dengan ...

Sedikit Kesan Mengenai Singapura

Yaaah, hari itu Jumat 28 September 2012 mungkin hari bersejarah buatku karena hari ini aku pertama kali melakukan perjalanan keluar Indonesia, ya... keluar negeri tepatnya ke negeri singa, tapi tidak ada binatang endemik singa disana, atau mungkin ada tapi sudah punah....Ya, Singapura... Terminal keberangkatan international Airport Ngurah Rai pun baru kali ini kujejakkan, setelah berpuluh2 kali airport ini kudatangi. Sedikit cemas, karena ketika orang lain liburan keluar negeri pertama kali mengajak rombongan atau pasangan, kali ini saya seorang diri walaupun nantinya di Singapura saya bertemu rekan2 kantor baru disana, ya kantor baru dengan orang2 yang mayoritas belum kukenal. Setelah proses yang semuanya baru kulewati, sampailah aku di Singapura. Kesan pertama biasa saja, termasuk ketika aku masuk terminal airport ini. Banyak orang mengatakan bagus atau mewah, bagiku biasa saja. Bukan termasuk sombong, tapi karena kemewahan bukan jadi interestku untuk memberikan kesan sebuah ...