Langsung ke konten utama

Bimbang

Hari ini aku bimbang sangat... Karena aku tidak tahu apa yang kupikirkan, apa yang kurasakan... Seakan aku tidak hidup, tidak pula tak bernyawa. Entah, apa penyebab semua ini. Antara tahu dan tidak mau mengutarakan... Ada apa ini, apakah rutinitas ini telah membunuh spiritku? Arrrgggh, perlukah kuutarakan semua ini di blog yang terhormat ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indonesiaku...

Indonesia, sebenarnya aku sangat suka belajar semua hal tentang bangsa kita. Mulai dari sejarahnya, gugusan pulaunya, budayanya, hingga dilema yang ada di dalamnya... Kita mulai dari sejarah... Sejarah Indonesia sangat menarik untuk dipelajari mulai dari jaman pra sejarah hingga sejarah. Dulu saya sangat tertarik belajar tentang beraneka ragam manusia purba yang pernah hidup di nusantara, diantaranya megantrophus palaeojavanicus, pithecantropus erectus, homo soloensis dll.. Wah saya juga ga tahu kenapa saya tertarik dengan bidang yang kebanyakan teman-teman saya tidak suka... Zaman sejarah Indonesia pun menarik untuk dipelajari, seperti kerajaan2x besar yang pernah hidup di bumi nusantara (Sriwijaya dan Majapahit). Gugusan pulaunya, yang memanjang dari Sabang sampai Merauke dan melintasi khatulistiwa, berapa banyak? 17.667 pulau. Saya ingat betul jumlah itu sejak SD, itu karena saya sangat kagum dengan jumlah pulau yg kita miliki. Tapi saya tidak tahu apakah jumlah itu pasti dan utuh s...

Lontar, Kekayaan Intelektual Manusia Bali (Kisah Menyelamatkan Lontar Keluarga) part 1

Hari itu, minggu 13 Januari 2013 bertepatan dengan moment Banyu Pinaruh selepas perayaan Saraswati kemarin, mendadak aku ingin ke Merajan Gede. Bukan untuk bersembahyang, karena aku termasuk orang yang bisa dibilang tidak sering2 amat untuk bersembahyang belakangan ini, tetapi untuk maksud melihat benda-benda pusaka warisan leluhur, terutama lontar. Kusapa Pemangku Merajan yang sedang membersihkan areal merajan dan segera kuutarakan maksud kedatanganku untuk melihat lontar-lontar merajan yang selama ini hanya kudengar dari ibuku. Respon positif kudapatkan, dan segera aku diajak untuk memasuki sebuah ruangan di sebelah utara areal merajanku. Memasuki ruangan, terus terang aku terkesima dengan keberadaan benda-benda pusaka yang dimikili oleh merajanku. Kulihat sebuah tongkat dan beberapa keris yang terlihat berumur cukup tua. Fokusku langsung mencari keberadaan lontar dan pandanganku akhirnya tertuju pada sebuah kotak kayu tua berwarna coklat kehitaman dan dibeberapa bagiannya berluban...

Patung Catur Muka

Sebagian besar masyarakat Kota Denpasar pasti sudah tahu tentang patung Catur Muka. Yak, patung berkepala empat ini terletak di perempatan agung Kota Denpasar, dan sekaligus menjadi titik nol dari kota yang mengusung konsep kota budaya ini. Tapi tidak banyak yang tahu mengenai sejarah dan arti dari patung ini, dan tulisan di blog saya kali ini semoga bisa menambah pengetahuan kita bersama. Patung Catur Muka yang berdiri diatas bunga teratai adalah reinkarnasi dari Sang Hyang Guru dalam bentuk perwujudan Catur Gophala. Dengan mengambil perwujudan empat muka adalah simbolis pemegang kekuasaan pemerintahan yang dilukiskan dalam keempat buah tangannya. Catur Gophala memegang aksamala/genitri yang bermakna bahwa pusat segalanya adalah kesucian dan ilmu pengetahuan. Cemeti dan sabet mengandung arti ketegasan dan keadilan harus ditegakkan oleh pemerintah. Cakra berarti siapapun yang melanggar hukum dan peraturan harus dihukum. Sungu artinya pemerintahan berpegang pada penerangan atau undang...