Langsung ke konten utama

Kabupaten Jembrana vs New York USA

Yap betul, sebuah kabupaten kecil di Bali bertarung dengan kota besar yang hidup 24 jam nan jauh disana, New York USA. Bukan bertarung dalam Piala Dunia atau Olimpiade, tapi di Pesta Kesenian Bali XXXII tepatnya di Festival Gong Kebyar...


Sekeha (kelompok) Gong Kebyar dari Kab. Jembrana sedang beraksi... Rata2 dari mereka masih muda dan duduk di bangku SMA.


Sekeha (kelompok) Gong Kebyar dari New York USA sedang beraksi... Kelompok mereka campuran antara personil Bali - USA dan campuran pria-wanita.


Anak kecil yang beraksi dalam fragmentari Kab. Jembrana, begitu energik dan penguasaan panggung yang memukau.


Fragmentari yang memukau duta dari New York, dengan lakon Dewi Uma yang berubah jadi Dewi Durgha...


Persahabatan antar 2 bangsa yang bisa dijalin melalui kesenian... Keren ya...

Komentar

11_photography/admin mengatakan…
Miris kadang melihat masih banyak generasi muda BALI yang masih cuma bisa menonton....menonton saat "orang lain" membuat mereka menonton..... ada satu kondisi yg selalu bisa kita kondisikan..."saat kita sibuk belajar tentang teknologi dan gaya hidup mereka, mereka sedang belajar mempertahankan gaya hidup kita"...mari kita rubah "mari kita belajar membuat mereka sibuk mengikuti gaya hidup kita dengan segala teknologi mereka"..., its sound awesome....:)))

Postingan populer dari blog ini

SIM Keliling

Sambil nunggu giliran,untuk ngisi waktu saya menulis blog ini. Yak,hari ini saya menunggu giliran untuk perpanjangan SIM A saya yang sudah mati di bulan maret lalu. Kali ini saya mencoba layanan SIM keliling dari Poltabes Denpasar. Hmm cukup efektif juga menurut saya,sebuah terobosan kreatif untuk memudahkan masyarakat dlm memperpanjang ijin mengemudinya. Layanan ini terdiri dari sebuah mobil minibus dengan 3 staf didalamnya. Di body mobil terpampang jadwal operasi mobil sim keliling beserta persyaratan yang diperlukan. Tapi sayang suara genzet yang begitu keras menenggelamkan suara panggilan antrian dari pak polisi yang bertugas. Walau demikian, salut untuk jajaran poltabes denpasar yang memiliki terobosan sim keliling ini.

Sedikit Kesan Mengenai Singapura

Yaaah, hari itu Jumat 28 September 2012 mungkin hari bersejarah buatku karena hari ini aku pertama kali melakukan perjalanan keluar Indonesia, ya... keluar negeri tepatnya ke negeri singa, tapi tidak ada binatang endemik singa disana, atau mungkin ada tapi sudah punah....Ya, Singapura... Terminal keberangkatan international Airport Ngurah Rai pun baru kali ini kujejakkan, setelah berpuluh2 kali airport ini kudatangi. Sedikit cemas, karena ketika orang lain liburan keluar negeri pertama kali mengajak rombongan atau pasangan, kali ini saya seorang diri walaupun nantinya di Singapura saya bertemu rekan2 kantor baru disana, ya kantor baru dengan orang2 yang mayoritas belum kukenal. Setelah proses yang semuanya baru kulewati, sampailah aku di Singapura. Kesan pertama biasa saja, termasuk ketika aku masuk terminal airport ini. Banyak orang mengatakan bagus atau mewah, bagiku biasa saja. Bukan termasuk sombong, tapi karena kemewahan bukan jadi interestku untuk memberikan kesan sebuah ...

Lontar, Kekayaan Intelektual Manusia Bali (Kisah Menyelamatkan Lontar Keluarga) part 1

Hari itu, minggu 13 Januari 2013 bertepatan dengan moment Banyu Pinaruh selepas perayaan Saraswati kemarin, mendadak aku ingin ke Merajan Gede. Bukan untuk bersembahyang, karena aku termasuk orang yang bisa dibilang tidak sering2 amat untuk bersembahyang belakangan ini, tetapi untuk maksud melihat benda-benda pusaka warisan leluhur, terutama lontar. Kusapa Pemangku Merajan yang sedang membersihkan areal merajan dan segera kuutarakan maksud kedatanganku untuk melihat lontar-lontar merajan yang selama ini hanya kudengar dari ibuku. Respon positif kudapatkan, dan segera aku diajak untuk memasuki sebuah ruangan di sebelah utara areal merajanku. Memasuki ruangan, terus terang aku terkesima dengan keberadaan benda-benda pusaka yang dimikili oleh merajanku. Kulihat sebuah tongkat dan beberapa keris yang terlihat berumur cukup tua. Fokusku langsung mencari keberadaan lontar dan pandanganku akhirnya tertuju pada sebuah kotak kayu tua berwarna coklat kehitaman dan dibeberapa bagiannya berluban...