Ubud lagi, ubud lagi. Ya mau bagaimana lagi. Akhir-akhir ini inspirasi saya selalu mengarah ke Ubud karena saya sering kesana. Ubud memang eksotis. Terasering sawahnya selalu jadi langganan di beragam postcard. Juga beragam seniman tinggal disini. Kentalnya tradisi Bali menjadikan Ubud memiliki ciri khas dibanding tempat wisata lain di Bali. Saat tempat lainnya berlomba-lomba menyenangkan wisatawan sesuai selera pasar, Ubud tetap mengembangkan pariwisata dengan menjunjung local genius yang dimilikinya. Makanya, kalo ngajak temen ke Bali ajak aja ke Ubud supaya bisa melihat the real paradise of Bali.
Sambil nunggu giliran,untuk ngisi waktu saya menulis blog ini. Yak,hari ini saya menunggu giliran untuk perpanjangan SIM A saya yang sudah mati di bulan maret lalu. Kali ini saya mencoba layanan SIM keliling dari Poltabes Denpasar. Hmm cukup efektif juga menurut saya,sebuah terobosan kreatif untuk memudahkan masyarakat dlm memperpanjang ijin mengemudinya. Layanan ini terdiri dari sebuah mobil minibus dengan 3 staf didalamnya. Di body mobil terpampang jadwal operasi mobil sim keliling beserta persyaratan yang diperlukan. Tapi sayang suara genzet yang begitu keras menenggelamkan suara panggilan antrian dari pak polisi yang bertugas. Walau demikian, salut untuk jajaran poltabes denpasar yang memiliki terobosan sim keliling ini.
Komentar
rekomendasi iang ditawarkan Ari ini jadi berat sebelah en ga fair begini !
Bali ia Bali , Bali bukan Ubud , Kuta ato Denpasar !!
.rani.