Langsung ke konten utama

Kembalikan Baliku



Tulisan ini saya buat saat menunggu panggilan boarding pesawat ke Mataram. Perjalanan ke airport sebenarnya sdh sering saya lalui, tetapi baru kali ini insting menulis saya muncul. Kali ini tentang keprihatinan tentang bali selatan yang semakin krodit. Apa sebenarnya yang terjadi? Di mobil katana sederhana saya berdiskusi dengan ayah yg kebetulan hari ini menjadi sopir saya. Penyebabnya pembangunan Bali terlalu pesat tapi tanpa diimbangi oleh infrastruktur yang memadai. Sepanjang perjalanan banyak hotel baru yang sedang dibangun. Jumlah kendaraan mengular di jalan berjam-jam. Solusi dari ini adalah perlunya pemerintah yang tegas dan bekerja serius. Menegakkan regulasi dan membuat terobosan. Membatasi kemanjaan masyarakat dan tetap di jalur pengembangan pariwisata budaya seperti yang telah dicanangkan pemimpin Bali dahulu.


Komentar

11_photography/admin mengatakan…
Klo kata orang lingkungan akan menjadi cermin bagi apa yg diberikan sekitarnya....cuma masalah waktu hasil cermin itu akan seperti apa....positif negatif harus siap kita terima.....selama pemerintah berusaha menciptakan sebuah keseimbangan dan hasil positif mengikuti langkah itu..kewajiban kita sebagai masyarakat untuk mensupport.... semoga bali kedepan nya dapat lebih teratur....dalam segala hal....rugi klo filosofi tri hita karana tidak mampu kita terapkan...klo bukan org bali sendiri...sapa lagi yg kita harapkan?.sing keto bli?

Postingan populer dari blog ini

Lontar, Kekayaan Intelektual Manusia Bali (Kisah Menyelamatkan Lontar Keluarga) part 1

Hari itu, minggu 13 Januari 2013 bertepatan dengan moment Banyu Pinaruh selepas perayaan Saraswati kemarin, mendadak aku ingin ke Merajan Gede. Bukan untuk bersembahyang, karena aku termasuk orang yang bisa dibilang tidak sering2 amat untuk bersembahyang belakangan ini, tetapi untuk maksud melihat benda-benda pusaka warisan leluhur, terutama lontar. Kusapa Pemangku Merajan yang sedang membersihkan areal merajan dan segera kuutarakan maksud kedatanganku untuk melihat lontar-lontar merajan yang selama ini hanya kudengar dari ibuku. Respon positif kudapatkan, dan segera aku diajak untuk memasuki sebuah ruangan di sebelah utara areal merajanku. Memasuki ruangan, terus terang aku terkesima dengan keberadaan benda-benda pusaka yang dimikili oleh merajanku. Kulihat sebuah tongkat dan beberapa keris yang terlihat berumur cukup tua. Fokusku langsung mencari keberadaan lontar dan pandanganku akhirnya tertuju pada sebuah kotak kayu tua berwarna coklat kehitaman dan dibeberapa bagiannya berluban...

Multi Level Marketing (MLM)

Sial, kenapa saya kemarin janji untuk datang ke seminar bisnis MLM yang diadakan hari ini ya? Padahal saya paling ga bisa mengikuti seminar seperti itu. Ujung-ujungnya pasti ketiduran... Hari ini saya di sms oleh teman kantor untuk mengingatkan bahwa nanti siang jangan sampai lupa untuk datang ke seminar sebuah bisnis MLM. Saya memang ikut sebuah MLM dan diajak oleh teman kantor. Dan yang paling menusuk adalah sms kedua dimana downline saya telah masuk ke tingkatan yg lebih tinggi dan akan menerima penghargaan di sela seminar tersebut. Terus terang, keikutsertaan saya di MLM tersebut bukanlah keinginan sendiri, bukan juga karena paksaan, tapi susah dikatakan. Bisa dibilang alasannya adalah untuk menjaga hubungan baik dengan teman kantor, apalagi rata-rata teman kantor sudah ikut MLM tersebut. Waduh, bukannya saya antipati terhadap marketing, atau antipati terhadap MLM. Tapi seringkali produk yg ditawarkan adalah produk yang bukan menjadi concern saya... Kalau teman-teman mengikuti blog...

Sedikit Kesan Mengenai Singapura

Yaaah, hari itu Jumat 28 September 2012 mungkin hari bersejarah buatku karena hari ini aku pertama kali melakukan perjalanan keluar Indonesia, ya... keluar negeri tepatnya ke negeri singa, tapi tidak ada binatang endemik singa disana, atau mungkin ada tapi sudah punah....Ya, Singapura... Terminal keberangkatan international Airport Ngurah Rai pun baru kali ini kujejakkan, setelah berpuluh2 kali airport ini kudatangi. Sedikit cemas, karena ketika orang lain liburan keluar negeri pertama kali mengajak rombongan atau pasangan, kali ini saya seorang diri walaupun nantinya di Singapura saya bertemu rekan2 kantor baru disana, ya kantor baru dengan orang2 yang mayoritas belum kukenal. Setelah proses yang semuanya baru kulewati, sampailah aku di Singapura. Kesan pertama biasa saja, termasuk ketika aku masuk terminal airport ini. Banyak orang mengatakan bagus atau mewah, bagiku biasa saja. Bukan termasuk sombong, tapi karena kemewahan bukan jadi interestku untuk memberikan kesan sebuah ...