Langsung ke konten utama

Postingan

Wirausaha Muda

Tiga bulan terakhir ini kayaknya 2 kata yg jadi judul posting kali ini ga jauh2 dari kehidupanku. Di kantor kebetulan ada kegiatan CSR yang ngangkat tema tentang wirausaha muda, sebuah apresiasi buat anak muda yg punya usaha sendiri. Aku mau jadi PIC ini karena aku suka banget dengan konsep kegiatannya. Walaupun bidang kerjaku sama sekali ga nyambung dengan kegiatan ini. Tapi, idealisme harus tersalurkan di tempat kerja kan, hehehe. Wait, idealisme? Yo'a, sebenarnya aku termasuk orang yg punya cita-cita jadi wirausaha. Kadang terpikirkan olehku kenapa kita mesti bangun pagi2, berangkat kerja, banting tulang kadang sampe malam, dan kita dibayar dengan standar yang ditetapkan kantor. Atau kadang kita merasa melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan hati nurani. Pasti semua dirasakan oleh orang2 yang berprofesi sebagai karyawan. Makanya, supaya terbebas dari belenggu rutinitas karyawan, aku berpikir sepertinya lebih enak jadi wirausaha. So, doakan suatu saat nanti aku punya usaha y...

Galungan Day

Selamat Raya Galungan. Walaupun telat, tapi setidaknya nuansa Galungan masih terasa. Buktinya penjor masih melengkung menghiasi jalanan... Galungan kali ini terasa sepcial, bukan karena berdekatan dengan Hari Raya Kuningan lho (itu sih sudah biasa kalee), tapi karena berdekatan dengan Nyepi dan persiapan Upacara Panca Bali Krama yang diadakan setiap 10 tahun sekali. Bicara Galungan, kalo membahas lawar dan tape kayaknya udah habis dimakan. Beda halnya kalo kita ngebahas maknanya. Semua orang juga sudah tahu kalo Galungan itu perayaan kemenangan Dharma melawan Adharma alias kebaikan melawan kejahatan. Pertanyaannya, kapan Dharma dan Adharma berperang ya? Koq, tiba-tiba Dharma udah menang begitu saja? Pertanyaan simpel tapi harusnya mendasari jiwa kita untuk merayakan Galungan. Jangan hanya terhanyut dalam euforianya saja seperti bikin penjor, nampah celeng (sembelih babi), bikin lawar dan bikin tape atau membuat banten yang super wah, biar ngalahin punya tetangga atau saudara yg lain (w...

Kampanye Pemilu

Fuhh... entah kenapa begitu mendengar kata kampanye hati saya jadi tidak senang untuk membicarakan ini. Tapi bukan blogger namanya kalo hal2 yg tidak disenangi tidak dimasukkan kedalam blognya. Ok, sebelumnya saya minta maaf karena lama vakum dan tidak memposting tulisan baru. Tidak lain karena sesuatu dan lain hal terutama kesibukan kantor. Kembali lagi ke kampanye pemilu. Entah kenapa model kampanye pemilu di Indonesia tidak berubah-berubah dari jaman saya kecil hingga jaman saya dewasa sekarang. Kesan pertama yang ditimbulkan adalah satu, menyeramkan (kayak horor saja). Saya bilang menyeramkan ya karena memang seram,hahaha... Lihat saja orang-orang besar dengan kaca mata hitamnya naik jeep berkonvoi di sepanjang jalan raya lengkap dengan atribut partai yang diusungnya. Orang-orang seperti ini juga sering terlihat di arena kampanye seakan menjadi pengaman dari jalannya kampanye. Belum lagi perkelahian antar pengurus parpol dalam pembukaan kampanye yang katanya kampanye damai di Jakar...

Tumpek Wariga

Hari ini adalah hari Raya Tumpek Wariga... Suatu hari raya bagi umat Hindu untuk menghormati lingkungan tempatnya hidup dan beraktivitas sehari-hari. Tumpek Wariga dalam aplikasinya diwujudkan dalam bentuk memberikan apresiasi kepada tumbuh-tumbuhan sebagai partner didalam menjalani kehidupan ini. Suatu pola pikir simple dan sangat basic jika dipandang menurut pola pikir modern seperti saat ini. Tapi pola pikir inilah yang saat ini kembali digembar-gemborkan di jagat raya ini. Mungkin dunia sudah jenuh dengan pola pikir yg selalu menguasai alam,eksploitasi besar-besaran dan tanpa memberikan appreciate apapun kepada lingkungan. Sebagai gantinya, lingkungan saat ini mulai jenuh, dengan memberikan peringatan berupa banjir, abrasi, kemarau berkepanjangan dan sebagainya. Di Bali selain Tumpek Wariga juga dikenal mempunyai filosofi Tri Hita Karana, tiga penyebab kemakmuran yang salah satunya memasukkan unsur lingkungan sebagai penyebabnya. Sayang, filosofi ini mungkin kurang begitu diaplikas...

UU Pornografi, Dilarang Merokok, Yoga Haram, Selanjutnya?

Biasanya saya cuek bebek mendengar berita-berita semacam ini. Berita-berita yg menurut saya hanya mencari sensasi dan popularitas. Tapi karena saya baru ingat punya media blog, maka comment saya tentang berita tersebut saya tuangkan disini. Heran juga, kenapa isu-isu yang berkaitan dengan moral sekarang ramai diperbincangkan. Bahwa moral kita sedang ter degradasi, saya setuju itu. Mulai dari hal kecil, buang sampah sembarangan sampai hal besar seperti korupsi menunjukkan bahwa moral kita mengalami penurunan. Yang tidak saya setujui adalah bahwa masalah moral ini kemudian dibawa ke ranah politik lewat media hukum dengan dibentuknya sebuah undang-undang yg khusus mengatur itu. Comment saya sejauh ini adalah berlebihan. Moral hanya efektif diperbaiki dengan cara personal melalui pendekatan lingkungan (mulai dari keluarga), budaya dan sosial. Tidak dengan membuat suatu aturan khusus yg mengatur tentang itu, seperti Undang-Undang Pornografi. Terlebih isinya mengatur hal-hal yang sangat deta...

Money Management

Akhir bulan adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang ada di kantorku. Karena jam 00.00 di tanggal 25 sms yang masuk ke handphone masing-masing adalah informasi mengenai rekening kita yg sudah kemasukan gaji... Senang sih senang, tapi kalau kita ga bisa ngatur gaji yg masuk rutin tiap bulan ke rekening kita ya percuma aja. Mungkin dalam jangka waktu yg pendek, kita bisa merasakan benefit dari gaji kita. Yah, menikmati hiduplah seperti kebanyakan orang bilang. Traktir teman, beli sepatu, shopping2 ke tempat belanja, atau makan2 di tempat mahal. Dan satu yang mungkin ada di setiap pos pengeluaran anda adalah " bayar hutang ." Entah hutang cicilan motor, mobil, atau kartu kredit. Kadang kita berpikir, kalau kita bekerja hanya untuk bayar hutang. Padahal kita, tidak hanya hidup saat sekarang. Kesadaran ini biasanya agak kurang di kalangan anak muda alias lajang yang notabene baru bisa menghasilkan uang. Suatu kali saya pernah baca buku yg ditulis oleh ahli manajeme...

Multi Level Marketing (MLM)

Sial, kenapa saya kemarin janji untuk datang ke seminar bisnis MLM yang diadakan hari ini ya? Padahal saya paling ga bisa mengikuti seminar seperti itu. Ujung-ujungnya pasti ketiduran... Hari ini saya di sms oleh teman kantor untuk mengingatkan bahwa nanti siang jangan sampai lupa untuk datang ke seminar sebuah bisnis MLM. Saya memang ikut sebuah MLM dan diajak oleh teman kantor. Dan yang paling menusuk adalah sms kedua dimana downline saya telah masuk ke tingkatan yg lebih tinggi dan akan menerima penghargaan di sela seminar tersebut. Terus terang, keikutsertaan saya di MLM tersebut bukanlah keinginan sendiri, bukan juga karena paksaan, tapi susah dikatakan. Bisa dibilang alasannya adalah untuk menjaga hubungan baik dengan teman kantor, apalagi rata-rata teman kantor sudah ikut MLM tersebut. Waduh, bukannya saya antipati terhadap marketing, atau antipati terhadap MLM. Tapi seringkali produk yg ditawarkan adalah produk yang bukan menjadi concern saya... Kalau teman-teman mengikuti blog...